Sebagai contoh, pemilik mobil listrik dengan kapasitas baterai 42 kWh dapat memperkirakan jarak tempuh yang akan ditempuh dan menentukan berapa persen daya yang benar-benar dibutuhkan.
Cara ini membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi waktu tunggu di SPKLU.
Pada akhirnya, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya soal beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Indonesia Berduka: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Jejak Pengabdiannya Kembali Dikenan
Pengguna juga perlu memahami karakteristik baterai agar pengalaman berkendara menjadi lebih praktis, efisien, dan nyaman.
Mengisi daya hingga 80 persen dalam banyak situasi justru menjadi pilihan yang lebih cerdas dibandingkan menunggu baterai terisi penuh.***