Larangan-larangan ihram seperti tidak menggunakan wewangian, menjaga lisan dari ucapan buruk, serta menahan emosi harus benar-benar diterapkan agar esensi kemabruran haji dapat diraih.
Nilai kemanusiaan dan rasa saling asih antarsesama jemaah juga menjadi poin penting, di mana jemaah yang berusia lebih muda diharapkan sigap mengulurkan tangan membantu jemaah lansia yang kelelahan atau kebingungan.
Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah selama berada di Arafah dan Mina, fasilitas penunjang medis telah disiagakan penuh melalui dua Pos Kesehatan Indonesia.
Sebanyak enam ratus lima puluh tujuh petugas Satuan Tugas Arafah juga disebar di berbagai titik strategis.
Mereka siap sedia melayani segala kebutuhan jemaah, mulai dari mengarahkan transportasi, mendistribusikan konsumsi, hingga memberikan bimbingan ibadah.
Puncak haji adalah potret nyata tentang kesetaraan manusia di hadapan Sang Pencipta, di mata jutaan jiwa berkumpul dengan satu tujuan mulia yang sama.***