nasional

Bukan Cuma Tabungan: Ini Cara Keluarga Muda Indonesia Investasi pada Pengalaman, Bukan Barang

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:24 WIB
Ilustrasi keluarga muda Indonesia kini lebih memilih berinvestasi pada pengalaman dan memori indah dibanding barang (Desain AI)

TITIKTEMU.CO-​Bagi generasi orang tua kita dulu, kesuksesan keluarga baru sering kali diukur dari benda-benda fisik yang kasat mata.

Lemari jati yang kokoh, sofa ruang tamu yang mewah, hingga kendaraan keluaran terbaru yang terparkir di garasi adalah simbol kemapanan.

Namun, jika Anda bertamu ke rumah keluarga muda Indonesia hari ini, pemandangannya mungkin akan sangat berbeda.
Baca Juga: Anak Mengeluh Bosan? Jangan Kasih HP! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Bosan Itu Malah Bagus

Bukan karena mereka tidak mampu membeli barang-barang tersebut, melainkan karena ada pergeseran nilai (shifting values) yang mendalam.

Kini, kebahagiaan tidak lagi diukur dari seberapa penuh isi rumah, melainkan dari seberapa kaya isi memori. Keluarga muda Indonesia mulai beralih dari mengoleksi materi menjadi mengoleksi pengalaman.

Mengapa Memori Lebih Seksi dibanding Materi?

​Ada alasan psikologis dan sosial di balik fenomena ini. Barang mewah, seiring berjalannya waktu, akan mengalami penyusutan nilai.

Baca Juga: Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?

Ponsel pintar paling canggih tahun ini akan terasa usang dalam dua tahun ke depan.

Rasa bahagia saat membelinya pun sering kali memudar hanya dalam hitungan minggu—sebuah fenomena yang dikenal sebagai hedonic treadmill.
​Sebaliknya, investasi pada pengalaman memiliki sifat yang abadi.

Ketika sebuah keluarga memutuskan untuk menabung demi berkemah di kaki gunung, melihat lumba-lumba di laut lepas, atau sekadar menjelajahi museum kota bersama anak, mereka sedang membangun fondasi emosional yang kuat.

Cerita tentang tenda yang bocor saat hujan atau tawa anak saat melihat hewan pertama kalinya akan tetap hidup bahkan hingga puluhan tahun mendatang.

Baca Juga: Ekonomi Meroket 5,61% tapi Gaji Numpang Lewat? Ini Alasan Dompetmu Makin Kering!

Pengalaman tidak bisa menyusut; nilainya justru bertambah mahal seiring berjalannya waKering

Halaman:

Tags

Terkini