Kehadiran langsung seorang Presiden untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro di hadapan parlemen bisa dibaca sebagai pesan yang lebih dalam: bahwa pemerintah ingin akuntabel, transparan, dan hadir secara penuh dalam proses perencanaan keuangan negara.
Di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah yang sedang terjadi belakangan ini, momen ini menjadi semakin relevan dan penuh bobot.
Sejarah memang sering kali dibuat bukan oleh peristiwa besar yang tiba-tiba—melainkan oleh keputusan kecil yang dilakukan dengan keberanian dan kesadaran penuh akan maknanya.***