Polisi Menyamar, Sistem Berlapis Pun Jebol
Meski sistem keamanan sindikat terasa mustahil ditembus, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury berhasil menyusup melalui operasi undercover buy — pembelian narkoba secara terselubung untuk memastikan aktivitas transaksi benar terjadi.
Baca Juga: Raih Pahala Haji Tanpa Ke Mekkah: Amalan Zulhijah Ini Bisa Kamu Lakukan dari Rumah!
Pada 15 Mei 2026, operasi penindakan dilancarkan.
Satu per satu sniper yang berjaga di berbagai titik strategis — mulai dari depan minimarket, lapangan takraw, hingga blok-blok dalam gang — berhasil ditangkap.
Total 13 tersangka diamankan, terdiri dari bandar, penjual, kurir, hingga para sniper. Barang bukti yang disita mencakup puluhan paket sabu, alat hisap, HT, uang tunai, dan catatan transaksi.
Masih Ada yang Buron
Meski operasi ini terbilang sukses besar, kisahnya belum selesai. Dua sosok yang diduga menjadi pengendali jaringan — Andes alias H Endi dan H Andi Sudi — masih berstatus buron.
Andes bahkan disebut sebagai ayah dari salah satu tersangka yang berhasil ditangkap.
Kasus ini menjadi pengingat keras: kejahatan narkoba di Indonesia bukan lagi soal individu yang iseng berjualan.
Ia sudah bertransformasi menjadi bisnis gelap terstruktur dengan sistem operasi yang, jika bukan karena ketekunan aparat, bisa terus berjalan tanpa tersentuh selama bertahun-tahun lagi.***