TITIKTEMU.CO - Informasi seputar tanggal Galungan dan Kuningan 2026 serta makna perayaan penting bagi umat Hindu di Bali.
Perayaan Galungan dan Kuningan merupakan dua momen sakral yang sangat dinanti oleh umat Hindu, khususnya di Bali.
Setiap tahunnya, masyarakat Bali merayakan kedua hari suci ini dengan penuh khidmat, namun pada tahun 2026, perayaan ini hanya akan berlangsung sekali.
Kapan Galungan dan Kuningan 2026?
Berdasarkan penetapan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Hari Raya Galungan 2026 akan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Sementara itu, Hari Raya Kuningan dirayakan sepuluh hari setelahnya, yaitu pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Galungan merupakan simbol kemenangan Dharma atas Adharma, atau dalam istilah sederhana, kemenangan kebaikan melawan kejahatan. Sedangkan Kuningan berfungsi sebagai penutup rangkaian perayaan Galungan yang sarat makna spiritual bagi umat Hindu.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB SMA 2026/2027 Jateng, Jabar, Jatim, dan DIY untuk Calon Siswa Baru
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali merayakan Galungan dan Kuningan dua kali dalam setahun, pada tahun 2026 ini hanya akan ada satu kali perayaan. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran di kalangan masyarakat karena biasanya Galungan dapat muncul dua kali dalam satu tahun.
Penyebab dari kejadian ini terletak pada sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Hindu Bali. Mereka tidak mengikuti kalender Gregorian atau Masehi, melainkan menggunakan kalender Pawukon Bali yang memiliki siklus selama 210 hari. Dalam kondisi tertentu, siklus ini dapat menyebabkan Galungan dan Kuningan muncul dua kali dalam satu tahun. Namun, untuk tahun 2026, siklus tersebut jatuh sedemikian rupa sehingga hanya ada satu rangkaian Galungan dan Kuningan yang terdaftar dalam periode Januari hingga Desember.
Baca Juga: TRIK Boost Gratis di Facebook (FB): Cara Meningkatkan Jangkauan Konten Anda Tanpa Biaya Iklan
Suasana perayaan Galungan dan Kuningan di Bali sangatlah khas. Selama periode ini, hampir setiap rumah dan jalan dipenuhi dengan penjor yang dipasang berjajar sebagai simbol rasa syukur dan kemakmuran.
Umat Hindu juga melaksanakan berbagai tradisi seperti persembahyangan di pura, menghaturkan sesajen, serta berkumpul bersama keluarga untuk merayakan momen tersebut.
Makna spiritual dari Galungan dan Kuningan sangat mendalam bagi umat Hindu. Ini adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menghormati leluhur yang telah mendahului.
Nuansa religius dan budaya yang kental selama perayaan ini juga menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Bali.