Ketua RW setempat juga mencoba menghubungi pemilik kos melalui telepon, tetapi panggilan tersebut tidak mendapat respons saat itu.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, salah satu korban sempat berbicara dengan warga yang mencoba menolongnya.
Dalam percakapan singkat tersebut terungkap bahwa telepon genggam miliknya ternyata disita oleh majikannya.
Informasi ini muncul ketika warga bertanya apakah korban memiliki ponsel yang bisa diamankan agar tidak hilang di lokasi kejadian.
Baca Juga: Lupakan 10.000 Langkah! Tiga Pertanyaan Sederhana Ini Justru Lebih Menyembuhkan Mentalmu
Ketika ditanya lebih lanjut tentang bagaimana ia bisa berada di tanah, korban mengakui bahwa dirinya memang melompat dari lantai atas.
Namun ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Saat warga mencoba menanyakan apakah majikannya bersikap keras, korban memilih diam tanpa memberikan jawaban.
Korban lainnya yang berada di lokasi terlihat dalam kondisi lebih lemah.
Ia hanya merintih kesakitan dan tidak banyak merespons pertanyaan warga mengenai identitasnya.
Beberapa saat kemudian ambulans datang dan membawa keduanya ke RS Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat, peristiwa tersebut diduga terjadi karena kedua ART itu mencoba melarikan diri dari tempat mereka bekerja.
Salah satu korban dilaporkan meninggal dunia setelah kejadian, sementara korban lainnya mengalami patah tulang dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi sebelum insiden tersebut berlangsung.
Polisi juga telah memeriksa majikan dari kedua ART tersebut, namun proses pemeriksaan masih berjalan sehingga berbagai kemungkinan masih terus didalami.