Ia setuju dengan bentuk hukuman selama itu bertujuan mendidik, bukan menyakiti.
Menurutnya, menghukum bukan berarti membenci. Justru sebaliknya, itu adalah bentuk kasih sayang agar siswa belajar dari kesalahan mereka.
Prinsip ini menjadi refleksi penting dalam dunia pendidikan yang sering kali terjebak pada hukuman tanpa makna.
Pelajaran dari Sosok Bu Atun
Kisah Bu Atun bukan hanya cerita tentang seorang guru, tapi juga tentang nilai kehidupan.
Tentang kesederhanaan, empati, dan ketulusan yang sering kali terlupakan di tengah hiruk pikuk dunia modern.
Ia membuktikan bahwa menjadi hebat tidak harus terlihat besar.
Kadang, justru dari tindakan kecil—seperti memilih naik angkot atau memaafkan dengan tulus—lahir dampak yang luar biasa.
Di era yang serba cepat ini, Bu Atun hadir sebagai pengingat bahwa pendidikan sejati dimulai dari hati.***