nasional

Bu Atun: Guru Sederhana yang Diuji, Tapi Membalas dengan Empati dan Ketulusan Menginspirasi

Jumat, 24 April 2026 | 11:35 WIB
Foto Kisah Bu Atun, guru sederhana yang memilih empati (Youtube @kangdedimulyadichannel)

TITIKTEMU.CO - Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, nama Bu Atun mendadak dikenal luas.

Ia adalah guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di sebuah SMA di Purwakarta yang sempat menjadi sorotan setelah mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari siswanya.

Namun, alih-alih membalas dengan kemarahan, ia justru menunjukkan ketenangan dan kebesaran hati yang jarang ditemui.

Kisahnya bukan sekadar viral, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang dalam—tentang bagaimana seorang guru memaknai perannya lebih dari sekadar mengajar di kelas.

Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Penjaringan Sertifikasi Guru 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya Sebelum 30 April

Pilihan Hidup Sederhana yang Penuh Makna

Di balik sosoknya yang tenang, Bu Atun menjalani kehidupan yang sangat sederhana.

Ia memilih naik angkutan kota setiap hari untuk pergi mengajar.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terlihat biasa.

Namun bagi Bu Atun, pilihan itu adalah bagian dari cara hidupnya yang ingin tetap dekat dengan masyarakat.

Ia ingin merasakan langsung kehidupan orang-orang yang ia ajarkan dalam teori.

Empati bukan sekadar konsep baginya, tetapi sesuatu yang harus dijalani.

Bahkan, ia mengaku tergerak karena melihat para sopir angkot yang semakin sepi penumpang.

Keputusan sederhana itu menjadi cerminan nilai besar: menjadi manusia yang tidak hanya paham, tapi juga peduli.

Halaman:

Tags

Terkini