Sektor krusial lain adalah transportasi. Pemerintah sudah menyiapkan bus untuk tiga peruntukan. Peruntukan pertama adalah bus antarkota untuk mengantar para jemaah haji untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah.
Peruntukan kedua adalah bus selawat. Bus ini akan melayani pergerakan jemaah selama 24 jam ke Masjidil Haram.
Baca Juga: Dunia Ajaib dari Mata Anak: Kisah Na Willa yang Mengubah Surabaya Jadi Petualangan Warna-Warni
Dan peruntukan ketiga adalah bus masyair. Bus ini akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arafah-Muzdalifah-Mina.
Kuota haji Indonesia pada 2026 atau 1447 Hijriah ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 haji reguler atau 92 persen dan 8 persen atau 17.680 haji khusus. ***