nasional

Viral Pria Joget Cuan MBG Rp6 Juta per Hari, Fakta Lengkap dari Kronologi hingga Klarifikasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:45 WIB
Viral Pria Joget Cuan MBG Rp6 Juta per Hari, Fakta Lengkap dari Kronologi hingga Klarifikasi. (TikTok)

Menanggapi kegaduhan tersebut, Badan Gizi Nasional langsung mengambil tindakan tegas. Dapur SPPG milik Hendrik resmi ditutup sementara.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyebut tindakan Hendrik sebagai tidak etis, tidak profesional dan berlebihan.

Selain konten joget, BGN juga menyoroti pelanggaran prosedur kesehatan. Dalam video, Hendrik terlihat berada di area dapur tanpa alat pelindung diri (APD) lengkap, kewajiban dalam pengolahan makanan.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru 25 Maret 2026: Rincian Lengkap dan Tips Hemat Saat Arus Balik

4. Klarifikasi: Rp6 Juta Bukan dari Jatah Makanan

Menanggapi polemik itu, Hendrik akhirnya memberikan klarifikasi melalui video terbaru. Dia menegaskan bahwa angka Rp6 juta per hari bukan berasal dari anggaran makanan untuk masyarakat.

Menurutnya, cuan itu merupakan insentif dari Prabowo Subianto kepada mitra yang membangun fasilitas SPPG mandiri. Dia juga menegaskan dana tersebut bukan diambil dari hak penerima manfaat program MBG.

“Ini bukan dari jatah anak-anak, tapi insentif karena saya membangun dapur sendiri,” jelasnya dalam video permintaan maaf.

5. Sudah Keluar Modal Rp3,5 Miliar

Dalam penjelasannya, Hendrik mengaku telah mengeluarkan modal hingga Rp3,5 miliar untuk membangun dapur SPPG miliknya. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi.

Dia mengungkapkan pembangunan dapur tanpa menggunakan dana pemerintah. Pemerintah, menurutnya, hanya memberikan penggantian biaya operasional selama program berjalan.

Meski mendapatkan insentif harian, Hendrik mengaku hingga kini belum balik modal.

Baca Juga: Belajar Daring April 2026 Dibatalkan, Ini Alasannya

6. Pernah Viral Kehilangan Rp1 Miliar

Sebelum kasus ini, Hendrik juga sempat menjadi sorotan karena kehilangan dana operasional hingga Rp1 miliar. Kejadian itu diduga akibat kasus penipuan digital (phishing) yang menimpa pihak pengelola dapur.

Halaman:

Tags

Terkini