nasional

Ketika TNI dan Rakyat Bergotong-royong, Jembatan Perintis Garuda Siliragung Banyuwangi Berhasil Hubungkan Dua Desa

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:15 WIB
Jembatan Perintis Garuda Siliragung Banyuwangi gotong royong TNI dan Rakyat yang merupakan bagian dari program pembangunan 218 jembatan diresmikan. (Dok. Kodim Banyuwangi)

 

TITIKTEMU.CO, Banyuwangi - Jembatan Perintis Garuda Banyuwangi mulai beroperasi sejak diresmikannya pada Senin (9/3/2026). Dampaknya mobilitas warga di wilayah perbatasan Desa Seneporejo dan Desa Sambirejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi kini semakin mudah dan aman.

Peresmian jembatan yang berada di Dusun Krajan ini dilakukan secara daring melalui video conference yang terhubung langsung dengan Presiden Republik Indonesia bersama jajaran pemerintah pusat.

Baca Juga: Doa Puasa Hari ke 21 Ramadhan 2026: Saatnya Memohon Petunjuk Allah dan Perlindungan dari Godaan Setan

Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya menjelaskan bahwa jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lebar 160 sentimeter tersebut dibangun melalui kerja keras tanpa henti selama lebih dari satu bulan.

"Jembatan ini dibangun selama 24 jam setiap hari dan berhasil rampung hanya dalam waktu 41 hari. Pembangunan ini merupakan hasil gotong royong antara TNI dan masyarakat setempat,” ujar Letkol Tryadi.

Baca Juga: Mengenal Selat Hormuz, Jalur Utama Perdagangan Minyak dan Gas Dunia

Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga serta mempermudah akses anak-anak sekolah dan para santri yang sebelumnya harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi.

Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat, terutama dalam mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan,” tambahnya.

Hadir pada acara tersebut jajaran Forkopimda Banyuwangi, di antaranya Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Tryadi Indra Wijaya serta Asisten Pemerintahan Setda Banyuwangi Mohammad Yanuarto Bramuda, bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para pelajar setempat.

Baca Juga: Tidak Bisa Klik Lanjutkan Saat Verifikasi OTP 2FA Google Authenticator?

Dalam kesempatan yang sama melalui video conference, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa jembatan di Banyuwangi merupakan bagian dari program pembangunan 218 jembatan yang telah rampung dari target total 1.072 jembatan di seluruh Indonesia.

"Fokus pembangunan ini adalah wilayah terpencil dan daerah rawan bencana. Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga telah membangun 544 titik sumur bor dan fasilitas sanitasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI yang dinilai berhasil menghadirkan pembangunan infrastruktur secara cepat dan tepat sasaran.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun fisik semata, tetapi menjadi sarana penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini