nasional

Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Indonesia yang Meninggal Dunia Hari Ini

Senin, 2 Maret 2026 | 10:46 WIB
Try Sutrisno (DIO-TV.COM)

 

TITIKTEMU.CO - Indonesia berduka. Salah satu tokoh penting dalam sejarah militer dan politik nasional, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026.

Kabar duka ini menandai kepergian sosok yang pernah memegang peran strategis di pemerintahan sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia.

Purnawirawan jenderal TNI ini dikenal memiliki perjalanan karier panjang di dunia militer sebelum akhirnya dipercaya mendampingi Soeharto sebagai wakil presiden pada periode 1993–1998.

Selama puluhan tahun pengabdian, namanya lekat dengan berbagai jabatan penting di tubuh militer dan pemerintahan.

Baca Juga: Penyebab Wafat Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI: Anak, Keluarga, dan Perjalanan Hidupnya


Latar Belakang Kehidupan

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia tumbuh di masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika situasi politik dan keamanan nasional masih penuh tantangan.

Kondisi tersebut membentuk karakter generasinya yang memiliki semangat nasionalisme tinggi serta komitmen kuat untuk mengabdi kepada negara.

Sejak muda, Try Sutrisno tertarik dengan dunia militer. Ketertarikan itu membawanya menempuh pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad), yang menjadi titik awal perjalanan kariernya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

Di lingkungan militer, ia dikenal sebagai perwira yang disiplin, tegas, dan fokus pada tugas. Karakter tersebut membuatnya dipercaya memegang berbagai posisi strategis sejak awal kariernya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Ayatollah Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Agung Iran 1989–2026

Karier Militer yang Panjang

Karier militer Try Sutrisno berkembang pesat seiring waktu. Ia terlibat dalam berbagai operasi penting, termasuk penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang menjadi salah satu ujian awal bagi para perwira muda pada masa itu.

Pengalaman lapangan tersebut membuka jalan bagi berbagai jabatan penting yang kemudian ia emban. Pada 1978, ia dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai Panglima Kodam IV/Sriwijaya.

Halaman:

Tags

Terkini