TITIKTEMU.CO - Nama Syukur Iwantoro kembali menjadi perbincangan publik setelah dikaitkan sebagai mertua Dwi Sasetyaningtyas, penerima beasiswa LPDP yang viral karena pernyataan “cukup aku saja WNI” yang ramai di media sosial.
Di tengah polemik tersebut, publik mulai menelusuri latar belakang keluarga dan menemukan bahwa Syukur bukan figur sembarangan, melainkan mantan pejabat tinggi di Kementerian Pertanian.
Lahir di Situbondo pada 30 Mei 1959, Syukur Iwantoro menghabiskan sebagian besar hidup profesionalnya sebagai aparatur sipil negara yang berkarier panjang di sektor pertanian.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Cara Daftar Mudik Gratis Jasa Marga 2026, Syarat, Alur Lengkap dan Fasilitasnya
Karier Panjang di Kementerian Pertanian
Syukur memulai kariernya dari level staf di Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementan, lalu perlahan naik jabatan melalui berbagai posisi strategis yang menguji kemampuan teknis dan manajerialnya.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sub-bagian Kebijakan Subsidi dan Harga, Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian, hingga Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pertanian.
Kecintaannya terhadap sektor peternakan membawanya dipercaya sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada periode 2011–2015, posisi penting dalam pengelolaan kebijakan pangan nasional.
Puncak kariernya tercapai saat ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, jabatan administratif tertinggi di bawah Menteri yang berperan sebagai motor koordinasi internal kementerian.
Baca Juga: Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun, Deretan Aset Ratusan Miliar Dirampas Negara
Rekam Jejak dan Sorotan Publik
Nama Syukur Iwantoro sebelumnya juga pernah muncul dalam pemberitaan ketika diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi pada 2013 serta dugaan suap izin impor bawang putih pada 2019.
Meski hanya diperiksa sebagai saksi dalam kapasitas jabatannya saat itu, peristiwa tersebut menambah panjang daftar sorotan terhadap pejabat di sektor strategis.
Kini, namanya kembali mencuat bukan karena jabatan, melainkan karena hubungan keluarga dengan Dwi Sasetyaningtyas yang tengah menjadi perbincangan publik terkait polemik kewarganegaraan dan beasiswa LPDP.