Di tengah polemik yang berkembang, Tyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun Threads pribadinya pada Sabtu (21/2/2026).
Ia mengakui pernyataan “cukup saya yang WNI, anak-anak jangan” lahir dari kekecewaan dan emosi pribadi terhadap berbagai kondisi yang dirasakannya sebagai warga negara Indonesia.
Baca Juga: Prospek Saham Emas 2026 Cerah, NH Korindo Overweight dan Targetkan Harga Tembus USD6.000
Tyas menyadari bahwa cara penyampaiannya tidak tepat dan berpotensi melukai banyak pihak, terutama karena menyangkut identitas kebangsaan.
“Saya menyadari kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang melukai perasaan banyak orang,” tulisnya.
Kontroversi ini kembali memicu diskusi luas tentang etika bermedia sosial, tanggung jawab moral penerima beasiswa negara, serta sensitivitas isu kewarganegaraan di ruang publik.***