TITIKTEMU.CO - Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum langka ketika pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup rapat, setan-setan dibelenggu.
Al-Qur’an diturunkan sebagai cahaya kehidupan, dan setiap Muslim diberi peluang emas untuk memperbanyak ibadah termasuk membaca doa puasa hari ke-5.
Agar menjadi pribadi yang lebih saleh, dekat dengan Allah, serta termasuk golongan hamba yang dirahmati-Nya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan Dua Hari Bersama Al Nassr, Ini Alasannya
Ramadhan: Bulan yang Lebih Mulia dari Seribu Bulan
Keistimewaan bulan Ramadhan telah ditegaskan dalam berbagai hadis.
Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwa ketika Ramadhan tiba, Allah mewajibkan puasa, membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, membelenggu setan, dan menghadirkan satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut adalah Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang nilainya melampaui ribuan bulan ibadah biasa.
Baca Juga: Rahmat Turun di Awal Ramadhan: 10 Hari Pertama yang Mengubah Cara Pandang Ibadah
Hadis riwayat Tirmidzi juga menggambarkan suasana spiritual Ramadhan: setan dan jin dibelenggu, pintu surga terbuka tanpa tertutup satu pun, dan pintu neraka tertutup rapat.
Bahkan setiap malam ada hamba yang dibebaskan dari api neraka.
Gambaran ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah musim ampunan dan pembebasan.
Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa siapa pun yang menghidupkan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari dan Muslim).
Inilah mengapa bulan suci ini menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Baca Juga: Yusril Soroti Tragedi Helm Baja di Tual: Duka Siswa MTs dan Ujian Reformasi Polri