nasional

Viral Kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di Sikka NTT, Siswa Belajar di Ruang Kelas Rusak dan Duduk di Tanah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:00 WIB
Viral kondisi SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di NTT yang memprihatinkan. (TikTok/niamaris97)

TITIKTEMU.CO - Potret ketimpangan fasilitas pendidikan di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kondisi memprihatinkan terlihat di SMPN 48 Sa Ate Gaikiu yang berada di Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Video yang viral di media sosial memperlihatkan para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar meski bangunan sekolah dalam kondisi rusak berat. Unggahan akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, 13 Februari 2026 menyertakan keterangan yang menyentuh, menggambarkan bahwa meski bangunan runtuh, aktivitas sekolah tetap berjalan.

Rusak Diterjang Angin Kencang

Bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat angin kencang. Sebagian besar atap terlepas, sementara beberapa kayu penyangga patah. Kondisi ruang kelas yang masih berbahan bambu membuat struktur bangunan semakin rapuh dan tidak aman.

Baca Juga: Jadwal dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di BI, Simak Kuota dan Rinciannya

Dari kolom komentar unggahan tersebut, diketahui bahwa hingga kini sekolah tersebut belum mendapatkan perbaikan atau renovasi.

Belajar Tanpa Meja dan Kursi

Dalam video yang telah ditonton lebih dari 86 ribu kali itu, tampak para siswa belajar tanpa fasilitas memadai. Mereka duduk langsung di lantai tanah, dikelilingi puing-puing kayu bekas bangunan yang rusak.

Situasi ini kontras dengan sekolah-sekolah lain yang telah memiliki sarana dan prasarana lengkap. SMPN 48 Sa Ate Gaikiu sendiri baru diresmikan pada Mei 2024, namun konstruksi yang masih menggunakan dinding bambu dan lantai tanah membuat bangunan mudah rusak.

Baca Juga: Viral Ajakan Kerja Bakti di Pancuran 13 Guci Tegal Usai Banjir Bandang, Warganet Tuai Pro dan Kontra

Warganet Soroti Peran Pemerintah

Unggahan tersebut menuai simpati dan keprihatinan dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kelayakan bangunan sekolah serta mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah perbaikan.

Sebagian komentar juga menyoroti pentingnya pengawasan dan realisasi anggaran pendidikan agar fasilitas sekolah di daerah terpencil dapat lebih layak dan aman digunakan.

Meski berada dalam keterbatasan, semangat para siswa untuk tetap menuntut ilmu menjadi sorotan tersendiri dan memantik empati publik terhadap kondisi pendidikan di pelosok negeri.***

Tags

Terkini