Ia menyebut, pesan utama dalam materi tersebut adalah kritik agar masyarakat tidak menilai calon pemimpin hanya dari simbol kesalehan ritual, melainkan juga melihat rekam jejak dan kapasitasnya secara menyeluruh.
“Saya tidak bercanda soal salat. Intinya jangan memilih pemimpin hanya dari tampilan ibadahnya saja. Bagian lucunya ada di konteks komedinya,” ujar Panji.
Baca Juga: Kasus Hogi Minaya Resmi Dihentikan, Pria Asal Sleman Ini Ingin Kembali Jalani Hidup Normal
Komika Pembuka Ikut Dipanggil Polisi
Panji juga mengungkap dampak lain dari laporan tersebut, yang turut dirasakan rekan sesama komika. Ia menyebut, komika pembuka dalam pertunjukan Mens Rea, Dani B, sempat dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Menariknya, Panji menceritakan bahwa setelah proses pemeriksaan formal, Dani B justru diminta melawak oleh aparat di lokasi pemeriksaan.
“Setelah BAP, dia malah diminta roasting sama polisi,” kata Panji sambil tertawa.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 5 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Tetap Beraktivitas dan Hormati Proses Hukum
Hingga kini, Panji mengaku belum menerima ancaman fisik secara langsung, meski tekanan verbal di media sosial cukup masif. Ia pun memilih tetap menjalani aktivitas seperti biasa dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang.
Panji menegaskan bahwa dirinya akan bersikap kooperatif dan percaya bahwa konteks seni dan komedi perlu dilihat secara utuh, bukan dipotong-potong tanpa memahami pesan yang disampaikan.***