TITIKTEMU.CO - Komika sekaligus artis Panji Pragiwaksono menjadi sorotan warganet setelah materi stand up comedy dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea menuai kontroversi di media sosial. Tayangan tersebut diketahui masih dapat disaksikan melalui platform streaming Netflix sejak dirilis pada akhir Desember 2025.
Dalam pertunjukan itu, Panji menjelaskan bahwa istilah Mens Rea yang berarti “niat jahat” justru dipilih untuk menegaskan bahwa materi yang ia bawakan tidak dilandasi itikad buruk, melainkan sebagai bentuk komedi dan kritik sosial.
Meski demikian, potongan materi lawakan Panji sempat viral dan berujung pada laporan ke kepolisian. Ia dituding melakukan penghinaan hingga penistaan melalui materi stand up comedy tersebut.
Panji Akui Ada Banyak Laporan Masuk
Panji akhirnya buka suara menanggapi isu tersebut saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang di YouTube pada Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam perbincangan itu, Denny menanyakan kebenaran kabar soal banyaknya laporan polisi yang ditujukan kepada Panji.
“Katanya sampai sepuluh laporan, ya?” ujar Denny.
Panji pun membenarkan bahwa jumlah laporan yang masuk memang cukup banyak dan berfokus pada dua isu utama.
Tuduhan Penghinaan dan Penistaan Agama
Isu pertama berkaitan dengan dugaan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Panji menjelaskan, materi tersebut menyinggung momen Gibran yang terlihat mengantuk, yang menurutnya merupakan kondisi manusiawi dan bukan bentuk penghinaan.
Baca Juga: OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi sebagai Komisioner Pengganti Mulai 31 Januari 2026
“Ngantuk itu kondisi semua orang pernah alami. Pak Gibran juga manusia, pernah ngantuk. Itu bukan hinaan,” jelas Panji.
Isu kedua menyangkut tuduhan penistaan agama terkait materi tentang salat yang dibawakannya di atas panggung. Panji menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperolok ibadah.