nasional

Dugaan Keracunan Massal Program MBG di SMAN 2 Kudus, 118 Siswa Dirawat di Tujuh Rumah Sakit

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:02 WIB
Menyoroti insiden viral terkait dugaan kasus keracunan massal di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah. (Instagram.com/@undercover.id)

TITIKTEMU.CO - Perbincangan warganet tengah ramai menyoroti dugaan keracunan massal yang dialami puluhan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Peristiwa ini diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG Purwosari.

Isu tersebut mencuat usai beredar unggahan di akun Instagram @undercover.id pada Jumat, 30 Januari 2026. Dalam unggahan itu, tampak sejumlah ambulans keluar-masuk lingkungan sekolah untuk mengevakuasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

“Puluhan pelajar SMA 2 Kudus diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG. Sejumlah ambulans dikerahkan ke lokasi,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Dua Bulan Pascabanjir, Warga Kampung Jamat Aceh Tengah Masih Krisis Air Bersih

118 Siswa SMAN 2 Kudus Jalani Perawatan Medis

Berdasarkan data terkini, tercatat 118 siswa harus mendapatkan perawatan medis akibat kejadian tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, pada Kamis, 29 Januari 2026.

“Jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujar Mustiko.

Adapun rumah sakit yang menangani para siswa tersebut antara lain RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.

Kepala SPPG Purwosari Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi kejadian ini, Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf kepada siswa, orang tua, dan masyarakat atas dugaan keracunan yang terjadi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf dan siap bertanggung jawab sepenuhnya, termasuk menanggung biaya pengobatan siswa yang terdampak,” kata Umam saat ditemui awak media di Kudus, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca Juga: Viral Pedagang Es Gabus Sudrajat Diberangkatkan Umrah oleh Aisar Khaled, Terharu Usai 30 Tahun Berjualan

Ia menegaskan pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini