Operasional dikelola KSO, pemegang saham berubah ≠ operasional otomatis berubah
Manajemen juga menekankan bahwa operasional bandara berjalan melalui skema kerja sama operasi, sehingga pembicaraan “pengalihan saham” tidak otomatis sama dengan “pengambilalihan pengelolaan.”
Artinya, ada struktur kerja yang tetap berjalan meski komposisi pemilik berubah.
Suntikan Rp100 miliar: buat cicilan dan pengembangan, plus strategi pancing maskapai
Disebut ada dukungan modal sekitar Rp100 miliar—sebagian untuk membayar cicilan kewajiban, sisanya untuk pengembangan usaha.
BIJB juga menyiapkan insentif agar maskapai tertarik mendarat, dengan kondisi saat ini penerbangan yang masih berjalan termasuk rute internasional tertentu.
Catatan tambahan: umrah lewat Kertajati dinilai tidak sehat kalau “dipaksa ramai”
Ada pula sorotan bahwa mendorong penerbangan umrah dari Kertajati akan sulit berkelanjutan jika kursi harus diisi lewat mobilisasi aparatur.
Sudut pandangnya: bandara bisnis harus hidup karena demand alami, bukan karena kewajiban administratif.
Kilasan sejarah Kertajati: ide lama, realita keras
Gagasan Kertajati sudah berumur panjang—dari wacana, studi, penetapan regulasi, pembentukan BUMD BIJB, hingga pengoperasian komersial.
Namun problem utamanya konsisten: utilisasi jauh dari target, konektivitas dan permintaan tak semudah di atas kertas.
Bahkan ketika sempat didorong menjadi bandara utama untuk menggantikan peran Husein, trafiknya tetap belum menyamai ekspektasi.***