Dua konteks berbeda, bencana kemanusiaan dan kritik kebijakan, bertemu dalam satu pola yang sama. Ketika kritik menyentuh persoalan struktural, tekanan personal menyusul.
Di titik inilah demokrasi diuji: apakah negara mampu melindungi hak warganya untuk bersuara, atau justru membiarkan ketakutan tumbuh di tengah krisis?***