nasional

Ijazah SMA Wapres Gibran Dipersoalkan Roy Suryo Cs, Rilis Buku Gibran’s Black Paper Bertahap

Sabtu, 3 Januari 2026 | 10:42 WIB
Roy Suryo bocorkan perilisan buku tentang Wapres Gibran Rakabuming. (YouTube/Bambang Widjojanto)

TITIKTEMU.CO - Isu mengenai ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, polemik tersebut disorot oleh Roy Suryo bersama Rismon Sianipar Hasiholan dan Tifauzia Tyassuma yang akrab disapa dokter Tifa.

Ketiganya mengklaim bahwa Gibran disebut tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMA, sehingga dinilai tidak memiliki ijazah pada jenjang tersebut. Klaim tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul Gibran’s Black Paper.

Buku tersebut digarap oleh tim yang sama saat merilis Jokowi’s White Paper, yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dokter Tifa. Namun, kali ini pola penerbitannya dibuat berbeda.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-80 Tahun 2026 yang Penuh Makna dan Doa, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

Buku Dirilis Tidak Sekaligus

Roy Suryo menjelaskan bahwa Gibran’s Black Paper tidak diterbitkan dalam satu buku tebal, melainkan dirilis secara bertahap. Menurutnya, strategi ini dipilih agar isi buku lebih mudah dibaca oleh masyarakat.

“Kalau yang dulu, Jokowi’s White Paper, kami bertiga langsung menulis bersama. Sekarang berbeda, Rismon sudah lebih dulu menerbitkan bagiannya,” ujar Roy Suryo dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Jumat, 2 Januari 2026.

Ia menambahkan, pengalaman menerbitkan buku setebal ratusan halaman sebelumnya membuat banyak orang enggan membaca secara tuntas. Karena itu, materi dibagi dalam beberapa bagian.

Setelah bagian yang ditulis Rismon beredar, Roy Suryo menyebut akan menyusul bagian miliknya dan dokter Tifa untuk kemudian disatukan.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Amal Bhakti Kemenag ke-80 Tahun 2026 Resmi dengan Logo, Desain Terbaik yang Siap Dipakai pada 3 Januari

Bahas Fufufafa dan Pendidikan Gibran di Australia

Roy Suryo mengungkapkan, dalam bagian yang akan ia tulis, dirinya akan menyoroti isu akun Fufufafa serta riwayat pendidikan Gibran di Sydney, Australia.

Ia mengklaim telah mendatangi langsung lokasi yang disebut sebagai sumber bukti utama, serta mengantongi sejumlah data yang belum pernah diungkap ke publik secara luas.

“Saya datang langsung ke tempat primary evidence dan mendapatkan banyak bukti yang belum saya tuliskan di luar wawancara-wawancara,” jelas Roy.

Halaman:

Tags

Terkini