TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto memilih cara yang tak biasa untuk menyambut pergantian tahun.
Alih-alih merayakan malam tahun baru di ibu kota, Kepala Negara dijadwalkan menghabiskan momen tersebut bersama warga Aceh, wilayah yang baru saja diterpa banjir bandang dan tanah longsor.
Keputusan ini menegaskan pesan sederhana namun kuat: negara hadir bukan hanya saat seremoni, tetapi juga ketika rakyat sedang berjuang memulihkan diri dari bencana.
Baca Juga: Malam Panjang di Tanah Gayo: Saat Burni Telong Bergejolak dan Warga Memilih Terjaga
Presiden Dekat dengan Warga Aceh
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan berada di Aceh pada malam pergantian tahun.
Ia menyebut, Presiden berencana menyambut tahun baru langsung bersama masyarakat setempat.
Meski belum ada rincian agenda resmi, kehadiran Presiden di wilayah terdampak bencana dinilai sebagai simbol empati dan kepedulian.
Bahkan, muncul kemungkinan Prabowo akan bermalam di tenda pengungsian, meski hal tersebut masih menunggu konfirmasi lanjutan.
Baca Juga: Tahun Ketika Gedung Parlemen Tak Pernah Sepi: Kilas Balik DPR 2025 di Tengah Amarah Publik
Bener Meriah hingga Aceh Tamiang Jadi Perhatian
Qodari menyebutkan bahwa Bener Meriah menjadi salah satu lokasi yang kemungkinan dikunjungi Presiden. Wilayah ini sebelumnya juga mengalami dampak serius akibat bencana alam.
Sementara itu, rencana kunjungan lanjutan ke Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 telah lebih dulu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Aceh Tamiang diketahui sebagai daerah dengan kerusakan terparah akibat banjir dan longsor.