Pesannya satu: jangan tambal sulam.
Baca Juga: Mengajar di Negeri Sendiri tapi Digaji di Bawah UMR: Dosen Gugat UU ke Mahkamah Konstitusi
Aksi Simbolik, Dampak Nyata
Aksi dimulai sejak pukul 14.00 WIB.
Mahasiswa mengambil sampah langsung dari wilayah Ciputat, lalu membawanya ke pusat pemerintahan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, sampah tiba dan dipajang di depan gerbang Pemkot Tangsel.
Satu jam kemudian, aksi selesai.
Keesokan paginya, Sabtu 27 Desember 2025, tumpukan sampah sudah tak terlihat lagi.
Namun, pesan yang ditinggalkan masih menggantung.
Ancaman Aksi Lanjutan
Iqbal menegaskan, ini belum tentu aksi terakhir.
Jika Pemkot Tangsel tidak memberikan respons nyata, mahasiswa siap kembali turun ke jalan.
Mereka berencana mengajukan audiensi ulang dan membuka kemungkinan aksi simbolik lanjutan di lokasi yang sama.
“Ini bukan soal politik, ini soal kesehatan publik,” kata Iqbal.
Menurutnya, dampak krisis sampah bisa panjang dan merugikan banyak pihak jika terus diabaikan.