TITIKTEMU.CO - Jumat sore, 26 Desember 2025, halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan berubah fungsi.
Bukan sebagai pusat pelayanan publik, melainkan panggung kritik terbuka.
Sekitar 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) membawa tumpukan sampah yang dibungkus plastik merah, hitam, dan putih.
Mereka menata rapi sampah itu tepat di gerbang masuk Pemkot Tangsel.
Aksi ini bukan tanpa pesan.
Ini adalah bahasa simbolik yang sengaja dipilih agar tidak lagi diabaikan.
Baca Juga: Komedian David Nurbianto Keluhkan Sampah Menumpuk di Ciputat, Soroti Kinerja Pemkot Tangsel
Spanduk Pedas, Pesan Tajam
Di antara bau menyengat dan plastik yang berderet, terbentang spanduk bertuliskan:
“Buang Sampah atau Pemerintah”.
Kalimat singkat itu terasa menohok.
Seolah bertanya, siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas krisis ini?
Empat petugas keamanan tampak berjaga.
Aksi berlangsung damai, tanpa kericuhan, namun penuh makna.