nasional

Sebulan Pascabanjir Sumatera: Bertahan di Atas Atap Saat Banjir Mengamuk, Kisah Nyata Warga Aceh Tamiang

Jumat, 26 Desember 2025 | 18:53 WIB
Cerita warga Aceh Tamiang saat banjir datang pada 27 November 2025. (Instagram/adlionksyah)

Meski hujan belum reda, mereka memanjat satu per satu, berpegangan pada harapan tipis untuk selamat.

Di atas atap, mereka hanya berlindung di bawah terpal kecil berukuran sekitar 1x2 meter.

Seorang bayi ikut merasakan dinginnya hujan dari siang hingga pagi hari, tanpa kepastian kapan bantuan datang.

Video yang diunggah memperlihatkan detik-detik warga naik ke atap, dengan aliran air deras mengalir tepat di bawah kaki mereka.

Malam Gelap, Listrik Padam, dan Teriakan Minta Tolong

Saat malam tiba, kondisi semakin mencekam. Listrik padam, gelap menyelimuti kawasan, dan suara arus air terus menggema.

Warga hanya bisa berteriak meminta tolong, berharap suara mereka terdengar oleh tim penyelamat.

Teriakan saling bersahutan dengan korban lain di sekitar lokasi.

Di tengah kekacauan itu, sang anak tertidur meski tubuhnya basah dan kedinginan—sebuah momen yang tak akan pernah dilupakan.

Data Terbaru Korban Banjir Sumatera

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera mencapai 1.135 orang.

Bencana ini berdampak pada 52 kota dan kabupaten.

Sebanyak 173 orang masih dinyatakan hilang, sementara sekitar 489 ribu jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau hancur.

BNPB juga mencatat lebih dari 157 ribu rumah mengalami kerusakan.

Khusus di Aceh Tamiang, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 88 orang.

Halaman:

Tags

Terkini