TITIKTEMU.CO - Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera. Namun dampaknya masih terasa kuat di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di antara wilayah terdampak, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu titik dengan kerusakan dan korban paling besar.
Baca Juga: Sebulan Pascabanjir Sumatera, Jalan Terputus dan Ribuan Warga Bener Meriah Masih Terisolir
Air Datang Tanpa Ampun di Tengah Hari
Seorang warga Aceh Tamiang membagikan pengalaman mencekam saat banjir nyaris menenggelamkan rumah yang ia tempati.
Melalui unggahan di media sosial, ia menceritakan bagaimana air mulai masuk dengan cepat pada 27 November 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam hitungan jam, arus deras berwarna coklat mengurung bangunan. Ia bersama belasan orang lain terjebak di lantai dua sebuah rumah kos berukuran sempit.
Baca Juga: Alfian Nasution dkk Didakwa Korupsi Tata Kelola Minyak, Negara Rugi Rp285,1 Triliun
Delapan Belas Orang Terjebak di Ruang 3x3 Meter
Menurut kesaksiannya, sebanyak 18 orang bertahan di satu kamar kos kecil berukuran 3x3 meter. Air terus meninggi, sementara arus kian kuat.
Di tengah kepanikan, ia hanya bisa memeluk anaknya, mencoba menenangkan diri saat pikiran dipenuhi ketakutan terburuk.
Baca Juga: Dukungan Bulat Asia-Pasifik, Indonesia Jadi Kandidat Tunggal Presiden Dewan HAM PBB 2026
Naik ke Atap di Bawah Hujan Deras
Ketika air semakin naik, satu-satunya pilihan adalah naik ke atap rumah.