nasional

Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera

Jumat, 26 Desember 2025 | 12:05 WIB
Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera. (ANTARAFOTO)

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Jumat, 26 Desember 2025: Pertamax hingga Dexlite Resmi Naik

Gelombang Demonstrasi dan Isu Represi

Akhir Agustus 2025, demonstrasi besar pecah di berbagai kota. Aksi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil dipicu isu ekonomi dan kebijakan publik.

Aksi masyarakat sipil ini dipicu keresahan ekonomi dan kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Situasi memanas setelah insiden tragis menewaskan seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, Agustus 2025.

Affan tewas setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Rimueng milik Brimob Polda Metro Jaya. Peristiwa terjadi di tengah aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Aksi unjuk rasa juga memunculkan represi apparat yang berlebih, sekaligus menjadi alarm serius bagi demokrasi. Sejumlah kasus penculikan, intimidasi, hingga pembunuhan aktivis lingkungan dan sosial muncul.

Aktivis yang bersuara kritis terhadap kebijakan negara maupun korporasi besar menghadapi tekanan yang semakin nyata. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa negara gagal melindungi kebebasan sipil.

Baca Juga: Dana Tertahan di DSI Capai Rp1,2 Triliun, Dude Harlino Buka Suara dan Dampingi Lender 

Tumbler Tuku hingga Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Fenomena viral juga lahir dari peristiwa sehari-hari, seperti kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL yang memicu debat luas soal kepercayaan publik terhadap layanan transportasi.

Unggahan penumpang KRL yang juga pemilik tubler bernama Anita di media sosial menjadi viral dan memicu perdebatan tentang perilaku tak pantas yang ditunjukkan Anita. Aksinya berdampak pada petugas KRL.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Perhatian masyarakat juga tersedot oleh insiden ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Ledakan yang terjadi saat aktivitas sekolah berlangsung menyebabkan 97 orang mengalami luka-luka.

Polisi menetapkan seorang siswa sebagai pelaku, sementara pemerintah dan pihak sekolah fokus pada pemulihan fisik dan psikologis korban. Peristiwa ini membuka diskusi soal keamanan sekolah dan kesehatan mental remaja.

Lisa Mariana, Arya Daru, dan Soeharto

Halaman:

Tags

Terkini