“Banyak penyakit akibat banjir yang bisa ditangani langsung di posko, tanpa harus dirujuk ke rumah sakit. Yang penting bukan hanya bangunannya, tetapi pelayanan kesehatannya benar-benar berjalan,” katanya.
Selain posko pengungsian, fasilitas layanan dasar seperti Puskesmas di sekitar lokasi bencana juga perlu dioptimalkan agar bisa melayani warga terdampak secara maksimal.
Tenaga Medis Harus Sesuai Jenis Bencana
Dr. Daeng juga menyoroti pentingnya pengiriman tenaga medis yang sesuai dengan karakteristik bencana. Menurutnya, setiap jenis bencana membutuhkan penanganan medis yang berbeda.
“Banjir tentu berbeda dengan gempa atau pandemi. Dokter yang dikirim harus sesuai dengan kebutuhan lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyakit akibat banjir umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, pencernaan, kulit, dan mata. Oleh karena itu, dokter penyakit dalam, paru, kulit, dan mata lebih dibutuhkan di lini pertama.
Menkes Pastikan Ratusan Puskesmas Segera Normal
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sekitar 300 Puskesmas di Sumatera yang terdampak banjir ditargetkan kembali beroperasi secara normal dalam waktu dekat.
Pemulihan infrastruktur kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Selain perbaikan bangunan, Kementerian Kesehatan juga akan mengirimkan peralatan medis dan perlengkapan kesehatan guna memastikan pelayanan bagi warga terdampak berjalan optimal.***