TITIKTEMU.CO - Tahun 2025 menjadi panggung tak terduga bagi saham-saham lapis ketiga di Bursa Efek Indonesia.
Emiten yang sebelumnya sepi peminat justru tampil sebagai bintang, didorong beragam sentimen seperti rights issue, rencana ekspansi agresif, masuknya investor strategis, hingga aksi spekulatif investor ritel yang kian berani ambil risiko.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tidak selalu digerakkan oleh fundamental semata, tetapi juga oleh cerita, ekspektasi, dan momentum.
Baca Juga: Daftar Kenaikan UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia, Jakarta Tertinggi
UDNG: Lonjakan Fantastis yang Tak Sejalan dengan Kinerja
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mencatatkan kenaikan harga saham paling ekstrem sepanjang 2025. Dalam hitungan bulan, saham ini melesat lebih dari 8.500% secara year to date, menjadikannya pemuncak daftar saham paling moncer tahun ini.
Namun, di balik lonjakan harga tersebut, kondisi keuangan perseroan justru masih tertatih. Penjualan UDNG turun tajam, sementara rugi bersih kembali membengkak.
Rasio valuasi pun mencerminkan kondisi tersebut, dengan EPS negatif dan PER yang belum bermakna secara fundamental.
CBRE: Rights Issue Jadi Bahan Bakar Kenaikan
Di posisi kedua, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melaju berkat sentimen korporasi yang lebih terstruktur. Persetujuan rights issue menjadi katalis utama yang mengerek minat pasar.
Dana hasil aksi korporasi ini direncanakan untuk pembelian kapal offshore, penguatan modal kerja, pelunasan kewajiban, hingga ekspansi armada.
Strategi tersebut memberi gambaran arah bisnis yang lebih jelas di mata investor.
Baca Juga: Jadwal dan Link Nonton Taxi Driver Season 3 Episode 11 dan 12 Sub Indo Lengkap Sinopsis
COIN dan Efek Investor Besar
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencuri perhatian setelah masuknya Arsari Grup sebagai pemegang saham baru.