Teknologi ini memungkinkan pengalaman belajar yang lebih hidup, komunikatif, dan relevan dengan generasi digital.
Astronomi yang dulu terasa rumit, kini hadir dengan pendekatan yang lebih ramah dan menyenangkan.
Gratis untuk Pelajar, Berlaku Nasional
Selama tiga bulan ke depan, pelajar baik dari Jakarta maupun luar daerah dapat masuk tanpa dipungut biaya.
Kebijakan ini sengaja diterapkan untuk menarik minat anak-anak dan remaja agar lebih dekat dengan sains.
Namun, Pramono menegaskan bahwa tiket gratis hanya berlaku bagi pelajar.
Orang tua atau pendamping yang bukan pelajar tetap dikenakan tarif normal sesuai ketentuan.
Teknis Kunjungan Diatur Agar Tak Membludak
Agar pengalaman berkunjung tetap nyaman, pengaturan teknis seperti kuota harian, mekanisme kunjungan sekolah, hingga harga tiket umum akan dikelola oleh manajemen Planetarium TIM bersama Jakpro.
Pramono juga mengingatkan pentingnya pengaturan arus pengunjung agar planetarium tidak terlalu padat, sekaligus tetap optimal sebagai ruang belajar.
Efek Domino untuk TIM dan UMKM
Lebih dari sekadar destinasi edukasi, diaktifkannya kembali Planetarium TIM diharapkan memberi dampak ekonomi.
Pramono optimistis, hidupnya planetarium akan ikut menghidupkan kawasan TIM secara keseluruhan.
Aktivitas UMKM, sektor ekonomi kreatif, hingga kunjungan publik diyakini akan meningkat.
Efek berlapis inilah yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus memperkuat literasi sains masyarakat.***