Di titik ini, kecepatan dan ketepatan harus berjalan beriringan.
Baca Juga: Kisah Bentoel: Berawal dari Mimpi Ong Hok Liong hingga Jadi Raksasa Rokok Indonesia
Belanja Pemerintah Pusat Masih Tertahan
Hingga November 2025, belanja pemerintah pusat baru terealisasi Rp2.116,2 triliun atau sekitar 79,5% dari target.
Masih tersisa sekitar Rp547,2 triliun yang harus dibelanjakan dalam waktu yang relatif singkat.
Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, performa ini terbilang melambat.
Meski persentasenya sedikit lebih baik dari 2023, nilai sisa anggaran tahun ini justru menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir.
Belanja Modal: Mesin Pertumbuhan yang Belum Panas
Di antara komponen belanja pemerintah pusat, belanja modal menjadi sorotan utama.
Hingga November, realisasinya baru mencapai Rp249,6 triliun atau sekitar 72,5% dari target—menjadikannya pos dengan tingkat serapan terendah.
Padahal, belanja modal berperan penting dalam membangun fondasi ekonomi jangka panjang, mulai dari infrastruktur hingga sarana produktivitas.
Ketertinggalan di pos ini berpotensi menunda manfaat ekonomi yang seharusnya dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Dari Tahta Juara ke Ruang Perawatan: Musim Kelam Jorge Martin di MotoGP
Bansos Tancap Gas Jaga Daya Beli
Berbanding terbalik dengan belanja modal, belanja bantuan sosial justru melaju kencang. Hingga November 2025, realisasi bansos tercatat mencapai Rp166,8 triliun atau sekitar 90% dari target yang ditetapkan.
Capaian ini menunjukkan fokus pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan biaya hidup dan tanda-tanda perlambatan konsumsi.