TITIKTEMU.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Kamis 11 Desemner 2025, BNPB melaporkan total 969 korban meninggal dunia, 252 orang dinyatakan hilang, dan lebih dari 5.000 warga mengalami luka-luka.
Sementara itu, kerusakan meluas di 52 Kabupaten/Kota dengan kerusakan parah pada sektor permukiman dan fasilitas umum. Setidaknya 158.000 rumah warga rusak.
Baca Juga: Mendagri: Kepala Daerah Tidak Boleh ke Luar Negeri sampai Januari 2026
Banyak permukiman hancur dan rata dengan tanah akibat terjangan banjir bandang sekaligus longsor yang membawa material lumpur dan batu besar.
Tak hanya itu, BNPB juga mencatat kerusakan pada berbagai fasilitas publik yang vital untuk kehidupan masyarakat. Bencana tersebut merusak:
1.200 fasilitas umum
219 fasilitas kesehatan
581 sekolah dan fasilitas pendidikan
434 rumah ibadah
290 gedung perkantoran
498 jembatan yang kini putus atau tidak dapat dilalui
Kerusakan jembatan membuat sejumlah wilayah menjadi terisolasi. Akses bantuan pun terhambat karena tim evakuasi harus mencari jalur alternatif yang aman untuk mencapai area terdampak.