Meski begitu, katanya, tidak menutup kemungkinan adanya penyaluran yang kurang tepat sasaran di lapangan. Terlebih dengan banyaknya donatur yang mengirimkan bantuan.
“Kalau kita pikir-pikir ya, sudah maksimal. Tapi tergantung di lapangan mereka tepat sasaran atau tidak,” ujarnya.
Tantangan Distribusi Meningkat
Banyaknya pihak yang menyumbang bantuan memang kerap menimbulkan tantangan penyortiran dan distribusi, terutama apabila tidak ada koordinasi yang solid.
Mualem menekankan bahwa semua pihak, baik relawan maupun pemerintah daerah, harus memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Ketidaktepatan distribusi bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap penanganan bencana.
“Banyak donatur yang menyumbang, tetapi ada kemungkinan kurang tepat sasaran pada proses penyalurannya,” kata Mualem.
Baca Juga: Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra
Gubernur Minta Penyaluran Lebih Adil dan Terukur
Untuk mencegah kesalahan distribusi, Mualem meminta seluruh pihak di wilayah tengah Aceh memperkuat koordinasi, terutama dalam proses pendataan dan pembagian sembako.
Dia juga menyoroti peran pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam memastikan bantuan dibagikan secara merata.
“Kita juga mohon kepada Bapak Tagore, Bupati Bener Meriah, agar seadil-adilnya membagi sembako. Karena kita tahu Bener Meriah tempat mereka hantar, di situ ada bandara yang boleh kita gunakan,” ujarnya.
Dengan akses logistik yang terpusat di Bener Meriah, diperlukan sistem distribusi yang lebih ketat dan transparan agar tidak ada lagi dugaan bantuan yang “hilang” dalam perjalanan.***