Aceh: Hampir 50 Meninggal
Provinsi Aceh mencatat 47 korban meninggal, 51 orang hilang, dan 8 warga mengalami luka-luka. Banyaknya kerusakan pada jembatan dan jalan nasional berdampak langsung pada mobilitas warga.
BNPB melaporkan, jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga, tersebar di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
“Data akan terus berkembang karena operasi SAR masih berlangsung,” kata Suharyanto.
Sejumlah akses utama lumpuh total, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe dan jalur Aceh–Sumatra Utara melalui Aceh Tamiang.
Wilayah Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah juga masih sulit dijangkau melalui jalur darat karena kondisi medan yang berat.
Sumatra Barat: 90 Meninggal
Di Sumatra Barat, dua hari setelah penetapan tanggap darurat, tercatat 90 korban meninggal, 85 orang hilang, dan 10 korban mengalami luka-luka. Kabupaten Agam menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi.
Data BNPB menyebutkan lebih dari 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor yang menimbun jalan serta kerusakan jembatan yang memblokir distribusi bantuan.
Meski begitu, beberapa bantuan dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba di lokasi terdampak. Delapan titik tambahan sedang dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian untuk memastikan distribusi berjalan aman.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan 24 personel tambahan di Sumatra Barat. Helikopter Bell 505 dan pesawat Caravan juga diterjunkan.
Baca Juga: Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Operasi Penanganan Terus Dipercepat
BNPB menegaskan bahwa penanganan darurat di tiga provinsi ini menjadi prioritas nasional. Fokus utama mencakup:
-
pembukaan akses jalan dan jembatan,
-
pendataan lanjutan korban dan kerusakan,
-
distribusi logistik ke daerah terisolir,