nasional

Bencana di Sumatera, BNPB: 442 Orang Meninggal, 402 Hilang, Operasi SAR Dikebut

Senin, 1 Desember 2025 | 07:05 WIB
Bencana di Sumatera, BNPB: 303 Warga Meninggal, Operasi SAR Dikebut, Akses Masih Banyak Terputus. (ANTARAFOTO/Darmawan)

TITIKTEMU.CO - Upaya penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus dikebut. BNPB mencatat  sebanyak 442 orang meninggal dunia dan 402 orang masih hilang akibat bencana di tiga provinsi tersebut.

Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dalam operasi tanggap darurat.

Kondisi lapangan yang berat, akses jalan yang terputus, serta cuaca yang belum stabil menjadi tantangan utama proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga: Perjuangan Menembus Tanah Terisolir: BNPB Kerahkan Pasukan Jalan Kaki dan Helikopter untuk Selamatkan Warga Tapanuli–Sibolga

Sumatra Utara Paling Parah

Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Data terbaru mencatat 217 warga meninggal dunia dan 209 orang masih hilang.

Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga menjadi daerah yang paling terdampak.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan terjadi lonjakan temuan korban dalam 24 jam terakhir. “Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian yang dipimpin Basarnas,” ujarnya.

Ribuan warga kini terpaksa mengungsi akibat rumah yang rusak atau terendam. Tapanuli Selatan dan Sibolga mencatat jumlah pengungsi tertinggi.

Baca Juga: Ketika Logistik Terputus: Kisah Warga Berebut Harapan di Tengah Krisis Tapanuli dan Aceh

Sementara itu, beberapa wilayah seperti Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara juga melaporkan ribuan kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka.

Kerusakan infrastruktur membuat penanganan semakin sulit. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung putus total, disertai longsor di berbagai titik.

Jembatan Pandan dan jembatan penghubung Sibolga–Manduamas juga terputus sehingga memutus akses logistik.

Tujuh kecamatan di Mandailing Natal bahkan dinyatakan terisolasi. Beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau helikopter.

Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan: Langkah Cepat Negara Menyelamatkan Akses Pendidikan Anak Pedalaman

Halaman:

Tags

Terkini