“Kami akan susun strategi bersama pemerintah daerah. Obat apa yang mereka perlukan akan kami drop dari pusat,” kata Benjamin.
Bantuan Logistik dan Tenaga Medis Terus Dikirim
Dalam rapat koordinasi bersama Menko PMK dan sejumlah kementerian lain, Kemenkes menyampaikan bahwa bantuan logistik kesehatan telah dikirim sejak awal bencana.
“Kami sudah kirim logistik, obat-obatan, bahan medis habis pakai, termasuk makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil,” ungkap perwakilan Kemenkes dalam rapat 27 November 2025.
Selain itu, tenaga medis tambahan seperti dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, dan epidemiolog juga diterjunkan untuk mendukung penanganan kesehatan di lapangan.
Puskesmas dan rumah sakit setempat turut disiagakan penuh untuk melayani korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dengan ancaman penyakit pascabanjir yang mulai mengintai, Kemenkes menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan koordinasi cepat antara pusat dan daerah.
Seluruh posko kesehatan, RS darurat, dan tenaga medis disiagakan agar pemulihan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal selama masa tanggap darurat.***