Untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tercukupi, pemerintah daerah telah mendirikan 26 dapur umum yang tersebar di titik-titik terdampak.
“Semua kebutuhan makan warga akan disuplai melalui dapur umum yang sudah aktif,” jelas Rahmat.
Selain itu, koordinasi antara BPBD, relawan, dan pemerintah nagari terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih, fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK), serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Banjir bandang dan longsor yang melanda Agam menjadi salah satu tragedi terdalam yang dialami Sumatera Barat pada 2025.
Dengan puluhan korban jiwa, ratusan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi, pemulihan diperkirakan berlangsung panjang. Pemerintah, relawan, dan warga k
ini bersinergi untuk memastikan bantuan cepat tersalurkan demi memulihkan kondisi kehidupan masyarakat Agam.***