Untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tercukupi, pemerintah daerah telah mendirikan 26 dapur umum yang tersebar di titik-titik terdampak.
“Semua kebutuhan makan warga akan disuplai melalui dapur umum yang sudah aktif,” jelas Rahmat.
Selain itu, koordinasi antara BPBD, relawan, dan pemerintah nagari terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih, fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK), serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Banjir bandang dan longsor yang melanda Agam menjadi salah satu tragedi terdalam yang dialami Sumatera Barat pada 2025.
Dengan puluhan korban jiwa, ratusan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi, pemulihan diperkirakan berlangsung panjang. Pemerintah, relawan, dan warga k
ini bersinergi untuk memastikan bantuan cepat tersalurkan demi memulihkan kondisi kehidupan masyarakat Agam.***
Artikel Terkait
Agak Laen: Menyala Pantiku Cetak Rekor Baru, 272 Ribu Penonton di Hari Pertama Tayang
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan, Targetkan 300 Ribu Jembatan untuk Daerah Terpencil
Setahun Pemerintahan Prabowo: Pengamat Nilai Masih Dibayangi Era Jokowi, Ini Analisis Sri Radjasa dan Rocky Gerung
Cara Mendapatkan Gems Gratis di Lords Mobile Secara Resmi
Begini Perkembangan Terkini Penanganan Bencana Sumut Menurut BNPB
Inara Rusli Laporkan Penyebar Rekaman CCTV ke Bareskrim, Bantah Tuduhan Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi
Resmi! 5 Link Streaming MAMA Awards 2025 Chapter 2: Lineup Penampil dan Jadwal Lengkap
Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi Indonesia
Tanggal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Petugas Haji 2026 Tahap 1? Begini Cara Ceknya!
Solo: Kota dengan Ritme Hidup Lambat, Tempat Ideal untuk Slow Living?