- Palembayan: 27 orang (21 sudah teridentifikasi)
- Kampung Tangah: 7 orang
- Kampung Tangah Timur: 9 orang
- Subarang Ala: 17 orang
- Malalak: 10 orang
- Tanjung Raya: 2 orang
- Palupuh: 1 orang
- Matur: 1 orang
Selain korban meninggal, 78 warga masih hilang, terdiri dari:
- 69 orang di Palembayan
- 7 orang di Malalak
- 2 orang di Tanjung Raya
Baca Juga: Skema UMP 2026 Direvolusi: Presiden Setuju, Kenaikan Tak Lagi Satu Angka untuk Semua Daerah!
2.500 Warga Harus Mengungsi
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengungkapkan bahwa total 2.500 warga terpaksa mengungsi akibat banjir bandang, longsor, dan meluapnya sungai-sungai besar di Agam.
“Warga kini ditampung di sejumlah lokasi pengungsian yang telah disiapkan,” ujar Rahmat.
Pemda Agam memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk makanan, sanitasi, dan air bersih.
Titik-Titik Pengungsian Paling Padat
Para warga yang mengungsi tersebar di berbagai wilayah yang terdampak parah:
Kecamatan Ampek Koto: sekitar 600 pengungsi terdampak luapan sungai.
Kelurahan Dalam, Nagari Pasia Laweh, Palupuh: 100 warga mengungsi akibat akses jalan putus
Salareh Aia, Palembayan: ratusan warga tinggalkan rumah
Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, Ampek Nagari: ratusan warga mengungsi ke kantor wali nagari
Malalak Timur & Labuhan, Nagari Tiku Lima Jorong, Tanjung Mutiara: pengungsi di halaman kantor camat
Semua lokasi kini menjadi tempat berlindung sementara bagi warga.
26 Dapur Umum Beroperasi di Lokasi Bencana