TITIKTEMU.CO-Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyoroti lambannya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha pada tahun 2025.
Menurutnya, sebagian besar sektor usaha masih tertinggal jauh dari target yang ditetapkan pemerintah dalam RPJMN 2025–2029.
Pernyataan tersebut ia sampaikan langsung kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kemenkeu yang digelar di Gedung Nusantara II, Senayan, pada Kamis, 27 November 2025.
Dolfie menilai performa sektor-sektor usaha tidak mencerminkan arah kebijakan pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah.
Dari seluruh sektor yang dievaluasi, hanya pertanian yang dianggap berjalan sesuai target.
“Yang terlihat on the track baru satu sektor, yaitu pertanian. Yang lain belum terlihat arahnya, dan kita pun belum tahu apa kebijakan pemerintah,” tegas Dolfie.
Baca Juga: Tumbler Hilang, Karier Ikut Hilang: Fakta Lengkap Pemecatan Anita Dewi yang Viral
Target Ambisius RPJMN Dinilai Sulit Dicapai
Dalam dokumen RPJMN 2025–2029, pemerintah mencanangkan target pertumbuhan PDB di kisaran 5,6–6,1 persen pada awal periode, dan meningkat hingga 8 persen di tahun 2029.
Target tersebut menjadi acuan kementerian dan lembaga dalam menyusun kebijakan sektoral.
Namun, Dolfie menilai target itu akan sulit diwujudkan bila kementerian teknis hanya mengandalkan belanja APBN.
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus ditopang oleh peningkatan nilai tambah, bukan sekadar konsumsi pemerintah.
“Sebanyak 75 persen sektor punya pengampu di kementerian/lembaga. Kalau mereka hanya membelanjakan APBN, ya pertumbuhan ekonomi tidak akan bergerak,” kritiknya.
Kementerian Teknis Diminta Ciptakan Kebijakan Bernilai Tambah