nasional

Update BNPB: 174 Orang Meninggal, 12 Ribu Keluarga Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh

Jumat, 28 November 2025 | 20:27 WIB
Update BNPB: 174 Orang Meninggal, 12 Ribu Keluarga Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera meninggalkan dampak yang sangat besar.

Hingga Jumat sore 28 November 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 174 korban meninggal dunia dan 12.546 kepala keluarga harus mengungsi.

Angka ini berpotensi terus bertambah seiring pendataan yang masih berlangsung dan banyaknya titik bencana yang belum dapat diakses.

Baca Juga: Banjir di Sumatera dan Aceh: 72 Meninggal, Komunikasi Lumpuh

Sumatera Utara: 116 Meninggal, 42 Masih Hilang

Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan total 116 warga meninggal dunia. Selain itu, 42 orang masih hilang dan sedang dalam pencarian.

“Untuk Provinsi Sumatera Utara, per hari ini, kami mendata korban meninggal dunia ada 116 jiwa dan 42 jiwa masih dalam pencarian,” ujarnya dilansir dari Antara.

Wilayah Mandailing Natal menjadi salah satu area yang paling terdampak dari sisi infrastruktur. Sejumlah titik longsor masih menutup akses jalan.  

BNPB memperingatkan bahwa jumlah korban bisa bertambah karena ada lokasi-lokasi yang belum dapat ditembus alat berat maupun tim SAR.

Untuk pengungsian, Sumut mencatat 3.840 kepala keluarga yang kini tinggal sementara di posko-posko darurat.

Baca Juga: BMKG–BNPB Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Lahar Dingin Semeru

Aceh: 35 Korban Meninggal

Aceh menjadi provinsi kedua dengan dampak terparah. BNPB melaporkan 35 korban meninggal dunia, 25 orang hilang, dan delapan warga mengalami luka-luka.

Menurut Suharyanto, pendataan di Aceh dilakukan secara bertahap karena beberapa wilayah masih terputus dari jalur utama. Jembatan rusak dan jalan tertutup lumpur membuat distribusi bantuan dan proses evakuasi lambat.

Halaman:

Tags

Terkini