“Untuk Provinsi Aceh secara total ada enam korban jiwa dan 11 orang masih hilang. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pencarian,” ujar Abdul.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi
Evakuasi Mengandalkan Perahu dan Alat Berat
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan ribuan warga mengungsi serta kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.
Beberapa jembatan di Tapanuli, Aceh Tengah, dan Padang Pariaman dilaporkan putus. Tim evakuasi menggunakan perahu karet untuk menembus lokasi yang terendam hingga dua meter.
Di sejumlah kawasan, alat berat dikerahkan untuk membersihkan longsoran yang menutup jalan. Namun cuaca yang masih tidak bersahabat membuat proses kerja menjadi lebih lambat.
Bantuan Darurat dan Posko Pengungsian
BNPB, pemerintah provinsi dan kabupaten telah mendirikan puluhan posko darurat untuk menampung warga. Bantuan logistik, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi sudah mulai disalurkan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi serta menjaga agar pengungsi tidak terdampak penyakit akibat kondisi cuaca lembap.
Kementerian Sosial juga menerjunkan tim untuk memberikan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak dan keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga.
Peringatan Cuaca Ekstrem Masih Berlaku
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat hingga beberapa hari ke depan di wilayah Sumatera bagian utara dan barat.
Pemerintah daerah diminta tetap siaga untuk menghadapi kemungkinan banjir susulan. BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.***