Tembok Sungai Dibangun Tahun 2016 dan Pernah Bermasalah
Adli menambahkan bahwa tebing sungai tersebut memang dibangun menggunakan batu gajah pada tahun 2016.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi
Namun konstruksinya sejak awal sudah dinilai bermasalah dan bahkan sempat jebol ketika banjir bandang melanda Sungai Krueng Batee Iliek.
Kasus itu juga telah melalui proses hukum dan pihak yang bertanggung jawab sudah menjalani hukuman.
Insiden ini menguatkan kembali pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang sebelumnya menyebut bahwa banyak bangunan pondok pesantren dilaporkan dalam kondisi rawan ambruk.
Baca Juga: Geger Semarang: AKBP Basuki Lengser Setelah Tragedi Dosen Untag Menguak Fakta Baru
80 Ponpes di Indonesia Dilaporkan Rawan Roboh
Secara terpisah, Cak Imin mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sekitar 80 laporan mengenai bangunan pondok pesantren yang dinilai terancam ambruk.
Aduan tersebut masuk melalui call center 158.
“Sudah sekitar 80 laporan soal kerawanan bangunan ponpes. Intinya bangunan itu rawan ambruk,” ujarnya di Kemayoran, Jakarta, 14 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa laporan terbanyak berasal dari wilayah Jawa, disusul Aceh dan Kalimantan. Semua laporan itu akan diverifikasi dan menjadi dasar audit struktural bangunan.
“Kita verifikasi dan langsung kita audit,” tegasnya.***