nasional

Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

Kamis, 27 November 2025 | 15:45 WIB
Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi. (BPBD Tapsel)

Di Desa Aek Batang Paya, misalnya, tim gabungan baru berhasil mencapai lokasi pada pagi hari setelah akses jalan terhalang longsor setinggi dua meter.

Beruntung, belasan warga yang terjebak di rumah berhasil dievakuasi meski kondisi cuaca terus memburuk.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Mmenerjang Sukabumi, Ribuan Warga Mengungsi

Status Tanggap Darurat 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 25 November 2025. Status ini untuk mempercepat koordinasi lintas instansi dan penyaluran logistik.

Saat ini, kebutuhan pengungsi mencakup 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, 5 tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat dan selimut, 5 perahu karet, 10 chainsaw, dan 100 paket alat kebersihan

Bantuan dari pemerintah provinsi, TNI, Basarnas, dan berbagai organisasi kemanusiaan mulai berdatangan. Namun distribusi logistik masih tersendat karena banyak titik pengungsian yang terisolasi.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru: Ratusan Warga Mengungsi, Lahan Pertanian Rusak, Status Masih Awas  

Jalinsum Mulai Terbuka, 2 Desa Masih Terisolasi

Hingga Kamis pagi 27 November, akses Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yang sebelumnya tertutup longsor di wilayah Batangtoru sudah mulai bisa dilewati kendaraan kecil secara terbatas.

Namun, sejumlah alat berat masih bekerja membersihkan material batu dan lumpur dari jalan agar akses bisa dilalui dengan lancar.

Meski demikian, dua desa di Kecamatan Batangtoru dan satu dusun di Sipirok masih belum bisa dijangkau kendaraan, sehingga distribusi bantuan harus dilakukan menggunakan perahu karet atau berjalan kaki.

BPBD juga melaporkan bahwa potensi longsor susulan masih tinggi karena struktur tanah menjadi lebih labil setelah hujan deras.

“Warga yang tinggal di dekat tebing, bantaran sungai, dan perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika curah hujan meningkat, segera mengungsi ke tempat aman,” ujar BNPB dalam pernyataan resminya.***

Halaman:

Tags

Terkini