“Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir di wilayah pantai barat Sumatera Utara, terutama Tapanuli Tengah yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, telah memicu banjir, banjir bandang, dan longsor di berbagai titik,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Ia menambahkan bahwa laporan awal menyebut empat warga meninggal dunia dan ribuan rumah terendam.
Pemerintah daerah bersama Basarnas, TNI, dan Polri kini terus melakukan proses evakuasi dan membuka layanan darurat bagi para penyintas.
“Kami mengevakuasi warga ke lokasi aman, menyiapkan dapur umum serta fasilitas kesehatan,” kata Masinton.
Baca Juga: Menyaring Para Penakluk Langit: TNI AU Uji Bakat Sembilan Calon Penerbang Masa Depan
Evakuasi Tersendat Cuaca Buruk dan Medan Sulit
Upaya evakuasi masih dilakukan, namun terkendala medan yang licin, hujan tak kunjung reda, dan tumpukan material longsor. Beberapa desa bahkan hanya bisa diakses menggunakan perahu karet karena tingginya banjir.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada dan segera mengungsi bila kondisi semakin parah.
Saat ini pembukaan akses jalan dan pemulihan jaringan komunikasi menjadi fokus utama. Situasi di Tapanuli Tengah masih sangat kritis, sementara warga masih menunggu percepatan bantuan dari berbagai pihak.***