Harga indikator dinilai masih berada di bawah asumsi APBN, sehingga pemerintah tidak perlu menambah alokasi subsidi.
Ketegangan Purbaya–Bahlil Soal Data LPG Kembali Disorot
Persoalan LPG 3 kg sempat menjadi perbincangan publik setelah adanya silang pendapat antara Purbaya dan Bahlil pada September–Oktober 2025.
Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya menyampaikan bahwa harga asli LPG 3 kg mencapai Rp42.750 per tabung, sementara pemerintah menanggung subsidi Rp30.000 sehingga masyarakat hanya membayar Rp12.750.
Baca Juga: Dari Penonton Setia Jadi Dono: Transformasi Tak Terduga Desta di Warkop DKI Reborn 5
Tak lama setelah rapat itu, Bahlil mengatakan bahwa Menkeu salah membaca data tersebut.
“Mungkin Menkeunya salah baca data. Wajar saja, mungkin butuh penyesuaian,” katanya di kantor BPH Migas pada 2 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa Purbaya mungkin belum mendapat masukan lengkap dari timnya.
Purbaya kemudian menanggapi dengan menyebut bahwa ia menggunakan angka yang diberikan oleh stafnya.
“Mungkin Pak Bahlil benar. Tapi kita lihat lagi seperti apa. Yang jelas, saya dapat angka dari staf,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa perbedaan itu bisa terjadi akibat perbedaan metode membaca data.
“Mungkin cara lihat datanya beda. Hitungan praktisi dan akuntan bisa beda penulisan. Tapi saya yakin angka akhirnya sama,” ujar Purbaya.