TITIKTEMU.CO - Kanky, merek sepatu lokal asal Semarang, kini semakin populer di kalangan generasi muda.
Di balik naik daunnya brand ini, tersimpan kisah hidup luar biasa dari sang pendiri, Alfonsus Ivan Kurniadi atau Alfon—yang dulunya merupakan seorang bandar judi.
Dalam wawancaranya bersama Kompas.com, Alfon mengungkapkan bahwa ia melewati masa sulit setelah keluarganya terseret investasi bodong.
Saat itu, seluruh harta keluarganya habis dan tiga saudara, termasuk dirinya, bersamaan membutuhkan biaya pendidikan.
Baca Juga: Pakar Hukum Soroti Kejanggalan Kematian Dirut Bank BJB dan Minta Investigasi Menyeluruh
Dari Bandar Judi Demi Bertahan Hidup
“Tahun itu, mama dan papa terkena investasi palsu. Semua benar-benar habis. Saya mau masuk SMA, kakak mau kuliah, adik mau masuk SMP. Mau tidak mau harus cari uang dengan cepat,” cerita Alfon dalam salah satu program podcast, Jumat (21/11/2025).
Keputusan menjadi bandar judi bukan karena pilihan hidup, melainkan jalan pintas yang ia ambil demi membantu keluarga bertahan.
Baca Juga: Lift Kaca Pantai Kelingking Dibongkar: Dari Ambisi Wisata Mewah ke 5 Pelanggaran Beruntun
Fondasi Kanky: Dari Distributor, Utang, hingga Pandemi
Kanky baru resmi menjadi brand pada 2019. Sebelumnya, Alfon hanya menjalankan usaha sebagai distributor sepatu.
Produk Kanky dikenal berkualitas meski harganya terjangkau, mulai Rp200.000 hingga Rp700.000.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik. Banyak temannya di industri sepatu terkena PHK dan kehilangan pekerjaan. Dengan pengalaman panjang di bidang ini, Alfon merasa terpanggil untuk menciptakan peluang baru.
“Modalnya jujur dari teman-teman. Bukan karena kami punya uang, tapi justru karena punya utang. Tapi teman-teman ingin kami bangkit,” ujarnya.