TITIKTEMU.CO - Polemik ijazah kembali mencuat setelah Roy Suryo menyoroti dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mantan Menpora tersebut mengklaim bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA, dan temuan itu akan dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Gibran’s Black Paper”, melanjutkan pola yang sama seperti “Jokowi’s White Paper”.
Buku Gibran Hampir Rampung, Bahas Akun Fufufafa
Roy Suryo menyebut penyusunan buku tersebut hampir selesai. Ia mengatakan, publik akan menemukan rangkaian “kejanggalan” terkait Gibran, termasuk dugaan kepemilikan akun Kaskus bernama Fufufafa, yang selama ini ramai dikaitkan dengan sang Wapres.
Menurut Roy, lebih dari 99 persen bukti menunjukkan akun tersebut milik Gibran.
Baca Juga: Kemensos Siapkan Rehabilitasi dan Dukungan Psikososial untuk Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
Sorot Insiden Akun Instagram Gibran Ikuti Akun Judi Online
Selain akun Fufufafa, Roy juga menyinggung insiden ketika akun Instagram resmi Gibran sempat mengikuti akun judi online. Ia menyebut pernyataan Setwapres yang mengonfirmasi hal tersebut dan menyebut langkah unfollow sebagai sesuatu yang “menggelikan”.
Roy Suryo Tidak Khawatir Jika Dilaporkan
Terkait risiko tuntutan hukum atas isi buku itu, Roy menyatakan tidak takut.
Ia menegaskan semua data yang ia dan tim kumpulkan dapat dipertanggungjawabkan.
Draft Buku Sudah Ditunjukkan ke Publik
Sebelumnya, saat pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada 13 November 2025, Rismon Sianipar telah memamerkan draft awal “Gibran’s Black Paper”. Rismon mengklaim bahwa buku tersebut nantinya akan dibagikan gratis kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari Ditjen Paud Dikdasmen serta temuan Roy Suryo, Gibran disebut tidak pernah lulus SMA—baik di Indonesia maupun luar negeri.
Klaim Pendidikan Gibran yang Dipermasalahkan
Rismon menuturkan bahwa Gibran hanya bersekolah hingga kelas 10 di Orchid Park Secondary School, lalu melanjutkan pendidikan diploma di UTS Insearch Sydney.
Ia menganggap penyetaraan pendidikan tersebut sebagai “keganjilan besar”, karena diploma setara D1 disetarakan sebagai kelulusan setara SMK bidang akuntansi dan keuangan.***